pemudapuikbb.com Opini. Oleh: H. Iding Bahruddin, M.Pd (Wakil Ketua Majlis Syuro PUI)
Bismilahiromanirrahim. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh. Bapak/Ibu /sdr adalah duta-duta terbaik PUI dari daerah yang akan membawa aspirasi Daerah, untuk disampaikan pada Musyawarah PUI Jawa Barat tahun 2026, Musyawarah Wilayah adalah forum tertinggi di tingkat provinsi, yang dilaksanakan oleh Dewan Perngurus Wilayah 5 tahun sekali dengan agenda; Sosialisasi kebijakan kebijakan Dewan Pengrus Pusat, Pendalaman nilai nilai Dasar Intisab, dan prinsip prinsip dasar PUI, serta visi, misi organisasi, perumusan program kerja tingkat wilayah, membuat rekomendasi internal dan eksternal, dan memilih kepemimpinan yang baru.
1. Penyusunan program: Membuat Road Map, memetakan permasalahan-permasalahan yang ada di daerah masing-masing tentang kepengurusan, aset PUI, tentang keadaan sekolah yang ada di daerah (beberapa sekolah PUI hampir gulung tikar, bagaimana solusinya?.
gunakan alasis SWOT.
2. Tentukan Visi dan Misi: Pastikan visi dan misi PUI Jabar yang jelas terukur dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.
3. Bangun tim yang solid: pilih anggota Pengurus yang akan mendampingi Ketua Umum terpilih adalah orang-orang yang kompeten dan berdedikasi tinggi untuk membantu Ketua Umum mencapai tujuan.
4. Komunikasi yang Efektif: Pastikan komunikasi yang baik dengan anggota Pengurus, simpatisan, dan masyarakat.
5. Program yang Relevan: Buat program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan sesuai dengan visi PUI Jawa Barat.
6. Pendidikan dan Pelatihan:
Berikan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan, menyamakan persepsi, menyamakan langkah dan menyamakan tujuan, untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan kengurus.
7. Kemitraan yang strategis: bangun kemitraan dengan organisasi lain yang sejalan dengan visi ormas.
8. Evaluasi dan refleksi: lakukan evaluasi dan refleksi secara teratur untuk meningkatkan kinerja Pengurus PUI Jabar.
Memilih kepemimpinan
Dalam Islam, kriteria calon pemimpin yang ideal adalah:
1. Amanah (dapat dipercaya): memiliki integritas dan kejujuran;
2. Faqih (berilmu): memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang agama dan urusan duniawi;
3. Tablig (komunikatif): dapat menyampaikan pesan dan visi dengan jelas;
4. Qawiyy (kuat): memiliki kekuatan fisik dan mental, dan mal ,untuk menjalankan tugasnya;
5. Adil (adil): dapat membuat keputusan yang adil dan tidak memihak;
6. Bijak (bijaksana): dapat membuat keputusan yang tepat dan mempertimbangkan konsekuensinya.
Berikut beberapa ayat Al-Qur’an tentang kepemimpinan:
1. Surat Al-Baqarah (2:124): “Dan (ingatlah) ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melenyapkannya. (Allah) berfirman, ‘Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu pemimpin bagi manusia.’ Ibrahim berkata, ‘Dan dari keturunanku (juga)?’ Allah berfirman, ‘Janji-Ku tidak meliputi orang-orang yang zalim.'”
2. Surat Al-An’am (6:165): “Dan Dia (Allah) yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah-khalifah di bumi dan mengangkat sebagian kamu di atas sebagian yang lain beberapa derajat, untuk mengujimu dalam apa yang diberikan-Nya kepadamu.”
3. Surat Al-Sajdah (32:24): “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar
4. Surat Al Baqarah (2: 30): “ Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman Kepada para Malaikat “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi…dst)
Hadits-hadits tentang Kepemimpinan.
1. HR. Bukhari dan Muslim: “Imam itu adalah pelaksana amanah, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.”
2. HR. Muslim: “Sebaik-baik pemimpin adalah yang kamu cintai dan mereka mencintaimu, kamu doakan dan mereka mendoakanmu.”
3. HR. Abu Dawud: “Tidak ada tiga orang yang berada di suatu tempat, lalu mereka tidak memilih salah satu dari mereka sebagai pemimpin, kecuali mereka akan menyesal pada hari kiamat.”
4. HR. Tirmidzi: “Pemimpin yang adil adalah naungan bagi rakyatnya, dan pemimpin yang zalim adalah bencana bagi rakyatnya.”
Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa kepemimpinan adalah amanah yang besar dan harus dijalankan dengan baik dan bijak.
Wallahu ‘alam.






